DEKLARASI DAN UNJUK KREASI ANTI PERUNDUNGAN DAN TINDAK KEKERASAN DI SEKOLAH

Peraturan perundang-undangan yang terkait dengan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi telah banyak diterbitkan, namun dalam implementasinya di lapangan masih menunjukkan adanya berbagai kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia terutama pada anak antara lain adalah bullying. Bullying atau perundungan dapat terjadi dimanapun tidak terkecuali di lingkungan sekolah. Sekolah belum bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi warganya selama masih ada perilaku bullying atau perundungan di dalamnya. Salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi perilaku bullying di sekolah khususnya di SMK Negeri 1 Blado yaitu dengan melaksanakan Bimbingan Teknis anti perundungan bagi 31 siswa terpilih sebagai agen perubahan anti perundungan di Sekolah.

Kegiatan ini sejalan dengan program Roots Indonesia yang diprakarsai oleh Kemendikbudristek bekerjasama dengan UNICEF Indonesia. Rangkaian kegiatan dari salah satu program SMK Pusat Keunggulan Non fisik adalah penguatan ekosistem sekolah Aman. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diawali dengan sosialisasi anti perudungan dan kekerasan, dilanjutkan kegiatan project film pendek, pemilihan Duta Agen Perubahan BASWARA CATRA “BAriSan sisWA berkaRAkter, CAkap, Tangguh, kReatif mAndiri” *idiom, bintek secara daring selama tujuh hari berkaitan penguatan informasi anti perudungan dan kekerasan diakhiri dengan gelar karya para duta dan penandatangan Komitmen Bersama secara ceremonial pada tgl 4 okt 2021 pukul 9.00 wib dihadiri guru karyawan dan para duta menyatakan bahwa SMK N 1 BLADO sebagai Sekolah Aman bagi seluruh warganya, implementasi program sekolah anti perudungan dan kekerasan. “Speak Up and Hands Up ” .

Dalam kegiatan bimtek anti perundungan, 31 siswa agen perubahan tersebut mendapatkan pemaparan 15 modul yang disampaikan oleh 2 fasilitator sekolah yang telah mengikuti bimbingan teknis fasilitator guru di lingkungan sekolah. Setelah menyelesaikan 15 modul, diharapkan para agen perubahan tersebut dapat menjadi pioner untuk seluruh warga sekolah dan lingkungannya dalam upaya mencegah dan mengurangi perilaku bullying atau perundungan. Di akhir sesi bimtek, para agen perubahan dengan di dampingi fasilitator guru melaksanakan kegiatan Roots Day sebagai sarana deklarasi dan unjuk kreasi anti perundungan dan tindak kekerasan disekolah. Dengan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan bimtek anti perundungan ini diharapkan dapat mengurangi dan mencegah perilaku bullying atau perudungan khususnya di SMK Negeri 1 Blado.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *