
Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, guru SMK dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan dunia industri. Menyadari pentingnya hal itu, Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BPPMPV) KPTK menggelar Pelatihan Pengembangan Teknologi Internet of Things (IoT) Kelas B Tahun 2025.
Pelatihan ini bukan sekadar acara rutin, melainkan sebuah ruang belajar bersama untuk membekali para guru dengan keterampilan mutakhir yang bisa langsung diterapkan di kelas maupun di dunia nyata.

Belajar dari Dua Dunia: Online dan Offline
Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap. Pertama, para peserta mengikuti sesi daring pada 28 Juli hingga 5 Agustus 2025 melalui Zoom Meeting dan Learning Management System (LMS) Kemdikdasmen. Sesi online ini menjadi pintu awal, tempat guru-guru mengenal konsep dasar IoT, berdiskusi, dan menyiapkan diri untuk praktik nyata.
Tahap kedua lebih seru lagi: pelatihan tatap muka di BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Semarang, mulai 7 sampai 14 Agustus 2025. Di sinilah suasana benar-benar hidup—peserta bisa langsung bersentuhan dengan perangkat, mencoba coding, hingga mengembangkan proyek sederhana berbasis IoT.
Sebagai penutup, pada 14–16 Agustus 2025 digelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Bagian ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian, di mana kemampuan peserta diuji secara nyata sesuai standar industri.
Siapa Saja yang Terlibat?
Peserta pelatihan berjumlah 16 guru pilihan dari berbagai SMK di Jawa Tengah. Mereka datang dari sekolah yang berbeda, mulai dari SMKN 1 Blado, SMKN 2 Klaten, SMKN 1 Sragi, SMK Texmaco Semarang, SMKN 7 Semarang, hingga SMKN 1 Bawang. Daftar detail peserta-peserta tersebut antara lain:
Meski berasal dari latar belakang sekolah yang beragam, semua peserta memiliki semangat yang sama: meningkatkan kompetensi agar bisa membawa pengalaman baru bagi siswanya. Mereka datang dengan laptop, dokumen pendukung, serta tekad untuk belajar hal-hal baru.
Apa Saja yang Dipelajari?
IoT bukan lagi sekadar istilah keren di dunia teknologi, melainkan sesuatu yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, materi pelatihan dirancang agar guru benar-benar bisa menguasai konsep sekaligus praktiknya.
Beberapa hal yang menjadi fokus pembelajaran antara lain:
Fasilitas dan Dukungan
Selama pelatihan, peserta mendapatkan dukungan penuh dari BPPMPV KPTK. Biaya pelatihan, konsumsi, hingga akomodasi ditanggung penyelenggara, sementara transportasi dari dan ke lokasi pelatihan menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah.
Dengan dukungan ini, para peserta bisa fokus sepenuhnya pada pembelajaran tanpa perlu khawatir soal kebutuhan dasar.






Dampak yang Terlihat
Hasil dari pelatihan ini tidak hanya berupa sertifikat atau kelulusan UKK. Lebih dari itu, guru-guru yang terlibat kini memiliki bekal untuk:
Banyak peserta mengakui bahwa pelatihan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana teknologi bisa dipadukan dengan pembelajaran di SMK.
Langkah Kecil Menuju Lompatan Besar
Pelatihan IoT Kelas B Tahun 2025 bukan hanya kegiatan teknis, tapi juga sebuah langkah strategis dalam membangun kualitas pendidikan vokasi. Guru-guru yang terlibat kini siap menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, membawa semangat baru dalam mengajarkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dari Semarang, semangat itu menyebar menuju ruang-ruang kelas di berbagai SMK di Jawa Tengah, bahkan ke seluruh Indonesia. Karena di balik setiap perangkat IoT yang terhubung, ada guru yang dengan sabar dan tekun menyiapkan generasi masa depan.
Tinggalkan Komentar