{"id":23663,"date":"2025-10-27T10:32:27","date_gmt":"2025-10-27T03:32:27","guid":{"rendered":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/?p=23663"},"modified":"2025-10-27T10:32:32","modified_gmt":"2025-10-27T03:32:32","slug":"slogan-jurusan-akuntansi-tata-titi-tatas-titis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/slogan-jurusan-akuntansi-tata-titi-tatas-titis\/","title":{"rendered":"Slogan jurusan akuntansi &#8220;Tata, Titi, Tatas, Titis&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>TATA:<\/strong>&nbsp;Adalah \u201cwell planned work\u201d, pekerjaan yang dilaksanakan dengan baik melalui perencanaan yang baik dengan menetapi kaidah perencanaan yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>TITI:<\/strong>&nbsp;Adalah mengerjakan pekerjaan dengan \u201ctlesih\u201d atau amat teliti dan serba hati-hati. Sudah pasti ada monitoring dan evaluasi, ada pencatatan dan pelaporan, ada supervisi dan umpan balik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>TATAS:<\/strong>&nbsp;Umumnya kita mengenal arti \u201ctatas\u201d sebagai \u201cputus\u201d, seperti putusnya layang-layang. Tetapi \u201ctatas\u201d juga bisa berarti \u201ctak ada yang kelewatan\u201d. Jadi apa yang kita rencanakan dapat diselesaikan semuanya tanpa ada yang kelewatan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>TITIS:<\/strong>&nbsp;Artinya tepat sasaran. Misalnya kita bermain dengan ketapel, sekali tembak mangga langsung jatuh disebut \u201ctitis\u201d. Kalau kita bicara tentang anggaran, maka anggaran yang digunakan tidak sekedar terserap melainkan sampai ke sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh sasaran. Anggaran untuk meningkatkan gizi balita digunakan untuk meningkatkan gizi balita dan hasilnya balita gizi buruk berkurang sesuai sasaran yang ditetapkan melalui TATA di atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tata, Titi, Tatas dan Titis outputnya adalah hasil kerja yang efisien sekaligus efektif bisa juga dikatakan sebagai hasil kerja yang cost effective. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"270\" height=\"180\" data-id=\"23667\" src=\"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/LOGO-Blado.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-23667\" srcset=\"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/LOGO-Blado.jpg 270w, https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/LOGO-Blado-200x133.jpg 200w\" sizes=\"auto, (max-width: 270px) 100vw, 270px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TATA:&nbsp;Adalah \u201cwell planned work\u201d, pekerjaan yang dilaksanakan dengan baik melalui perencanaan yang baik dengan menetapi kaidah perencanaan yang benar. TITI:&nbsp;Adalah mengerjakan pekerjaan dengan \u201ctlesih\u201d atau amat teliti dan serba hati-hati. Sudah pasti ada monitoring dan evaluasi, ada pencatatan dan pelaporan, ada supervisi dan umpan balik. TATAS:&nbsp;Umumnya kita mengenal arti \u201ctatas\u201d sebagai \u201cputus\u201d, seperti putusnya layang-layang. Tetapi \u201ctatas\u201d juga bisa berarti \u201ctak ada yang kelewatan\u201d. Jadi apa yang kita rencanakan dapat diselesaikan semuanya tanpa ada yang kelewatan. TITIS:&nbsp;Artinya tepat sasaran. Misalnya kita bermain dengan ketapel, sekali tembak mangga langsung jatuh disebut \u201ctitis\u201d. Kalau kita bicara tentang anggaran, maka anggaran yang digunakan tidak sekedar terserap melainkan sampai ke sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh sasaran. Anggaran untuk meningkatkan gizi balita digunakan untuk meningkatkan gizi balita dan hasilnya balita gizi buruk berkurang sesuai sasaran yang ditetapkan melalui TATA di atas. Tata, Titi, Tatas dan Titis outputnya adalah hasil kerja yang efisien sekaligus efektif bisa juga dikatakan sebagai hasil kerja yang cost effective.<\/p>\n","protected":false},"author":958,"featured_media":23666,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[250],"tags":[],"class_list":["post-23663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akl"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/users\/958"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23663"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23668,"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23663\/revisions\/23668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1blado.sch.id\/old\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}