Proyek Praktik Menggunakan Teknik Kromatografi

Terbit : Selasa, 25 Februari 2025
Penulis Retno Murni Ati, S.Pd

Pada hari Kamis, 10 Oktober 2024, siswa kelas X TO 2  SMK Negeri 1 Blado Kabupaten Batang melaksanakan proyek praktik pemisahan campuran dalam tinta menggunakan teknik kromatografi.  Kegiatan ini bertujuan untuk memahami prinsip dasar kromatografi serta mengidentifikasi komponen penyusun tinta melalui pemisahan warna.

Tujuan Praktikum:

Memahami prinsip dasar teknik kromatografi.

Mengidentifikasi komponen penyusun tinta melalui pemisahan warna.

Menerapkan metode ilmiah dalam eksperimen kimia.

Alat dan Bahan:

  1. Kertas saring (filter paper)
  • Pensil
  • Penggaris
  • Tinta dari berbagai jenis pena atau spidol
  • Pelarut (misalnya air atau campuran pelarut sesuai kebutuhan)
  • Gelas berisi pelarut
  • Penjepit
  • Pengering (seperti hair dryer atau kipas angin)

Langkah Kerja:

  1. Persiapan Kertas Saring:
  • Potong kertas saring menjadi strip dengan lebar sekitar 2 cm dan panjang 10 cm.
  • Tandai garis horizontal 2 cm dari ujung bawah kertas sebagai batas penempatan sampel.
  • Tandai titik di tengah garis tersebut sebagai tempat penempatan titik sampel tinta.
  • Penempatan Sampel Tinta:
  • Gunakan pensil untuk menandai titik penempatan sampel tinta pada garis yang telah ditentukan.
  • Tempelkan titik tinta pada titik yang telah ditandai.

Pemasangan Kertas Saring:

  • Isi gelas dengan pelarut hingga ketinggian sekitar 1 cm.
  • Gantungkan kertas saring pada penjepit sehingga ujung bawahnya terendam dalam pelarut tanpa menyentuh dasar gelas.
  1. Pastikan kertas saring tergantung tegak lurus dan tidak menyentuh sisi gelas.

Proses Kromatografi:

  1. Biarkan proses berlangsung selama 15-30 menit atau hingga pelarut mencapai batas atas kertas
  1. Selama proses, komponen-komponen dalam tinta akan bergerak dengan kecepatan berbeda, membentuk pita warna pada kertas saring.

Pengeringan dan Analisis:

Setelah proses selesai, angkat kertas saring dan biarkan kering.

Amati dan catat warna-warna yang terbentuk serta jarak perambatannya.

Hitung nilai Rf (retardation factor) untuk setiap komponen dengan rumus:

Bandingkan nilai Rf dengan literatur untuk identifikasi komponen.

Hasil yang Diharapkan:

Terbentuknya pita-pita warna pada kertas saring yang menunjukkan komponen penyusun tinta.

Pembahasan

Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan distribusi komponen antara fase diam dan fase gerak. Dalam praktikum ini, kertas saring berfungsi sebagai fase diam, sedangkan pelarut berperan sebagai fase gerak. Perbedaan kecepatan perambatan komponen tinta disebabkan oleh interaksi masing-masing komponen dengan fase diam dan fase gerak. Komponen yang lebih kuat berinteraksi dengan fase diam akan bergerak lebih lambat, sedangkan yang lebih kuat berinteraksi dengan fase gerak akan bergerak lebih cepat.

Kesimpulan:

 Praktikum pemisahan campuran tinta menggunakan teknik kromatografi kertas berhasil menunjukkan pemisahan komponen penyusun tinta berdasarkan perbedaan interaksi dengan fase diam dan fase gerak. Metode ini efektif untuk mengidentifikasi komponen dalam campuran kompleks seperti tinta.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Informasi

SMK Negeri 1 Blado

NPSN 69756066
Jl. Blado-Kalipancur KM.02 Desa Cokro Kecamatan Blado
TELEPON0285 448826
EMAIL[email protected]
WHATSAPP0895400728282