


Kegiatan monitoring siswa Prakerin dilaksanakan untuk memastikan sinkronisasi antara materi yang diajarkan di sekolah dengan implementasi riil di dunia industri. Fokus kunjungan kali ini meliputi tiga mitra bengkel strategis: Bengkel Hilya, Bengkel Teguh, dan Bengkel Heri.
Di Bengkel Hilya, fokus utama monitoring adalah pada kedisiplinan dan penguasaan alat ukur presisi. Siswa terlihat sedang membantu proses overhaul mesin. Pihak bengkel memberikan apresiasi atas kemauan belajar siswa yang tinggi, terutama dalam memahami alur kerja bongkar pasang komponen transmisi. Catatan penting bagi sekolah adalah perlunya penguatan dasar-dasar penggunaan kunci momen yang lebih intensif sebelum siswa terjun ke lapangan.
Kunjungan berlanjut ke Bengkel Teguh, yang didominasi oleh pengerjaan servis rutin dan sistem kelistrikan kendaraan. Siswa menunjukkan perkembangan signifikan dalam melakukan tune-up secara mandiri di bawah pengawasan instruktur. Pemilik bengkel, Pak Teguh, menekankan pentingnya soft skills seperti cara berkomunikasi dengan pelanggan dan menjaga kebersihan area kerja (5S), yang menjadi poin evaluasi tambahan bagi para siswa di lokasi ini.
Terakhir, monitoring dilakukan di Bengkel Heri yang spesifik menangani pengelasan dan perbaikan bodi. Di sini, siswa terlibat dalam perbaikan rangka dan pengecatan dasar. Instruktur memberikan masukan agar siswa lebih teliti dalam tahap pembersihan karat sebelum proses pengelasan dimulai. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) siswa di bengkel ini terjaga dengan baik melalui penggunaan APD yang konsisten.
Kesimpulan Secara umum, siswa di ketiga bengkel tersebut telah mampu beradaptasi dengan budaya kerja industri. Kendala teknis yang ditemui di lapangan masih dalam batas wajar dan dapat diatasi melalui bimbingan langsung dari mekanik senior. Monitoring ini membuktikan bahwa sinergi antara sekolah dan bengkel sangat krusial dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten.
Tinggalkan Komentar