

Monitoring siswa magang (PKL) merupakan proses pemantauan, pembimbingan dan evaluasi berkala oleh sekolah terhadap aktivitas siswa di industri untuk memastikan kesesuaian kompetensi, kedisiplinan serta meminimalisir kendala atau masalah yang mungkin terjadi di Industri. Kegiatan ini melibatkan pengisian jurnal harian, kunjungan langsung guru pembimbing, dan diskusi dengan mentor industri untuk menilai kinerja serta perkembangan karakter siswa
Untuk memantau dan mengecek kondisi dan kemajuan siswa PKL, perlu diselenggarakan monitoring. Tempat Praktik Kerja Lapangan untuk Kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) tersebar di area atau wilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan juga Kota Pekalongan yang diikuti oleh kurang lebih 100 siswa – siswi. Industri atau Instansi tempat PKL untuk jurusan AKL kebanyakan adalah di Perkantoran seperti Kantor Dinas Pertanahan, Samsat, Taspen dan lain – lain. Namun ada juga yang PKL di dunia Perbankan seperti BAPERA, BTM dan sejenisnya. Pada industri atau bidang retail juga ada, seperti pertokoan maupun kafe di area kabupaten Batang.


Pada monitoring 2 ini pembimbing dari Sekolah juga menyampaikan penilaian siswa PKL karena pelaksanaan magang atau PKL kira-kira tinggal 1 bulan lagi. Meskipun format penilaian dari pihak sekolah, tetapi penilaian merupakan hak atau wewenang penuh pembimbing Industri yang tentunya disesuaikan dengan ketrampilan maupun kompetensi siswa di tempat magang.
Untuk evaluasi dari Industri yaitu agar Sekolah juga melakukan pemantauan siswa magang yaitu dengan absen online atau menggunakan aplikasi yang bisa diakses siswa. Sehingga meskipun siswa magang tetapi tetap bisa dikontrol kehadirannya oleh pihak sekolah. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan ketidakhadiran siswa magang. Menindaklanjuti hal tersebut, pembimbing menghimbau siswa magang agar lebih disiplin dan rajin dalam pelaksanaan PKL yang meliputi kehadiran, keaktifan, kerjasama / kekompakan dan lain-lain.
Dengan adanya evaluasi tersebut maka diharapkan Sekolah dan Industri bisa bekerjasama dengan baik dalam hubungan kerjasama atau MOU tempat praktik Kerja Siswa di Lapangan. Diharapkan juga kompetensi yang diinginkan akan lebih tercapai secara maksimal karena adanya pemantauan dan kolaborasi dua arah. Hal tersebut merupakan bekal maupun kunci utama dalam membentuk mental dan kesiapan dalam persaingan pada dunia kerja.
Tinggalkan Komentar