

Monitoring dan evaluasi kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) siswa di Bengkel Punya Nama dan Bengkel Suzuki merupakan bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan pendidikan kejuruan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan kompetensi siswa selama berada di dunia kerja sekaligus menjalin koordinasi antara pihak sekolah dengan pihak industri agar tercipta kerja sama yang baik dan berkelanjutan.
Pelaksanaan monitoring dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi bengkel tempat siswa melaksanakan prakerin. Di Bengkel Punya Nama, siswa terlihat aktif mengikuti kegiatan perawatan kendaraan ringan, servis berkala, penggantian oli, pengecekan rem, dan perbaikan komponen sederhana. Pembimbing industri memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung dengan tetap dalam pengawasan teknisi senior. Sikap disiplin, kehadiran, serta tanggung jawab siswa menjadi perhatian utama dalam evaluasi. Dari hasil monitoring, siswa menunjukkan semangat belajar yang baik, mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta mulai memahami budaya kerja bengkel yang menuntut ketelitian dan kecepatan.
Sementara itu, di Bengkel Suzuki, siswa mendapatkan pengalaman yang lebih spesifik sesuai standar bengkel resmi. Mereka mempelajari sistem kerja servis kendaraan sesuai SOP perusahaan, penggunaan scanner, pengecekan mesin modern, hingga pelayanan pelanggan. Pembimbing dari pihak Suzuki menilai siswa cukup antusias dan memiliki dasar keterampilan yang memadai, meskipun masih perlu peningkatan pada penggunaan alat diagnostik modern dan pemahaman teknologi terbaru. Monitoring di bengkel ini juga menekankan pentingnya penampilan, keselamatan kerja, dan komunikasi profesional.
Evaluasi dilakukan melalui diskusi dengan pembimbing industri mengenai perkembangan keterampilan, sikap kerja, serta kendala yang dihadapi siswa. Beberapa siswa masih perlu meningkatkan rasa percaya diri dalam menangani pekerjaan secara mandiri, terutama pada pekerjaan yang membutuhkan analisa kerusakan lebih mendalam. Namun secara umum, siswa mampu menunjukkan perkembangan positif baik dari sisi hard skill maupun soft skill.
Selain menilai siswa, kegiatan evaluasi juga bertujuan memperoleh masukan dari pihak bengkel terhadap sekolah. Bengkel Punya Nama dan Bengkel Suzuki sama-sama berharap sekolah terus membekali siswa dengan keterampilan dasar yang kuat, kedisiplinan tinggi, dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi otomotif. Hal ini penting agar siswa lebih siap menghadapi tuntutan dunia industri.
Secara keseluruhan, monitoring dan evaluasi di kedua bengkel berjalan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan. Program prakerin terbukti mampu menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang otomotif. Melalui kegiatan ini, sekolah dapat memastikan siswa memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat sekaligus memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri. Diharapkan hasil monitoring dan evaluasi ini menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan prakerin berikutnya agar semakin efektif dalam mencetak lulusan yang kompeten, disiplin, dan siap kerja.
Leave a Comment