

Penarikan dan evaluasi siswa Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan tahap akhir yang sangat penting dalam rangkaian kegiatan pembelajaran di dunia kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai hasil pelaksanaan praktik siswa selama berada di industri serta mempererat hubungan kerja sama antara sekolah dengan pihak bengkel sebagai mitra pendidikan. Pada kesempatan ini, penarikan dan evaluasi dilakukan di Bengkel Amat dan Bengkel Suzuki yang telah menjadi tempat praktik bagi siswa selama beberapa bulan.
Kegiatan penarikan diawali dengan kunjungan guru pembimbing dari sekolah ke masing-masing bengkel. Di Bengkel Amat, guru pembimbing disambut dengan baik oleh pemilik bengkel serta para mekanik yang selama ini membimbing siswa. Dalam pertemuan tersebut, pihak bengkel menyampaikan bahwa siswa menunjukkan semangat kerja yang baik, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja. Siswa dinilai memiliki kemampuan dasar otomotif yang cukup memadai, terutama dalam perawatan kendaraan ringan, servis berkala, dan penggunaan alat kerja bengkel. Selain itu, siswa juga dinilai sopan dalam berkomunikasi dengan pelanggan maupun rekan kerja.
Namun demikian, pihak Bengkel Amat juga memberikan beberapa catatan evaluasi, seperti perlunya peningkatan kecepatan kerja, ketelitian dalam mendiagnosis kerusakan, serta keberanian untuk bertanya ketika menghadapi kendala teknis. Evaluasi ini menjadi bahan penting bagi sekolah agar dapat meningkatkan pembelajaran praktik di sekolah sebelum siswa diterjunkan kembali ke dunia industri.
Selanjutnya, penarikan dilakukan di Bengkel Suzuki. Di bengkel resmi ini, siswa mendapatkan pengalaman lebih luas terkait sistem kerja profesional, penggunaan teknologi modern, serta standar pelayanan pelanggan. Pihak Bengkel Suzuki memberikan apresiasi kepada siswa karena mampu mengikuti prosedur kerja dengan baik, menjaga kebersihan area kerja, serta menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Siswa juga memperoleh pengalaman dalam menangani servis kendaraan dengan sistem yang lebih terstruktur dan penggunaan scanner untuk pengecekan kendaraan modern.
Meskipun demikian, pihak Bengkel Suzuki menekankan pentingnya penguasaan teknologi otomotif terbaru, khususnya pada sistem injeksi, kelistrikan modern, dan penggunaan peralatan digital. Siswa diharapkan terus belajar dan meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin berkembang.
Secara keseluruhan, kegiatan penarikan dan evaluasi di kedua bengkel berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi semua pihak. Sekolah memperoleh masukan berharga untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sementara siswa mendapatkan pengalaman nyata serta pemahaman tentang budaya kerja profesional. Penarikan ini bukan sekadar akhir dari kegiatan Prakerin, tetapi juga menjadi langkah awal bagi siswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja sesungguhnya.
Dengan adanya evaluasi dari Bengkel Amat dan Bengkel Suzuki, diharapkan siswa dapat memperbaiki kekurangan, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan sikap kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan profesional. Kerja sama antara sekolah dan dunia industri seperti ini sangat penting untuk mencetak lulusan yang kompeten, siap kerja, dan mampu menghadapi tantangan di bidang otomotif.
Leave a Comment