
Kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) diawali dengan prosesi penerjunan atau penyerahan secara resmi siswa dari pihak sekolah kepada pihak IDUKA (Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja), dalam hal ini adalah Hyundai Batang- Pekalongan. Acara penerjunan ini dihadiri oleh Guru Pembimbing, Pimpinan Bengkel Hyundai, serta para siswa peserta prakerin.
Tujuan utama dari penerjunan ini adalah untuk mensinkronisasikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri nyata. Dalam sambutannya, pihak sekolah menekankan pentingnya disiplin, etika kerja, dan keselamatan kerja (K3) selama siswa berada di lingkungan bengkel. Sementara itu, pihak Bengkel Hyundai memberikan gambaran umum mengenai aturan internal dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Pada minggu pertama setelah penerjunan, siswa difokuskan pada kegiatan observasi. Bengkel Hyundai, yang dikenal memiliki spesialisasi dalam perawatan kendaraan roda dua/empat (sesuaikan jenis kendaraan), menuntut siswa untuk memahami tata letak peralatan (tools), pengenalan jenis-jenis suku cadang, serta cara menangani konsumen.
Siswa diajarkan bahwa bekerja di bengkel bukan hanya soal memperbaiki mesin, tetapi juga tentang kerapihan dan manajemen waktu. Proses adaptasi ini sangat krusial agar siswa tidak merasa canggung saat mulai diberikan tanggung jawab teknis oleh mekanik senior.
Setelah masa orientasi dianggap cukup, siswa mulai dilibatkan dalam berbagai kegiatan teknis di bawah pengawasan mentor. Beberapa aktivitas utama yang dilakukan antara lain:
Selain aspek teknis, kegiatan di Bengkel Dakirin sangat menekankan pada pembentukan karakter. Siswa dilatih untuk berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan—belajar menjelaskan kerusakan kendaraan dengan bahasa yang santun namun jelas. Kejujuran menjadi nilai utama yang ditekankan oleh Pak Hyundai; siswa diajarkan untuk hanya mengganti suku cadang yang memang sudah tidak layak pakai demi menjaga kepercayaan pelanggan.
Kegiatan penerjunan hingga pelaksanaan awal prakerin di Bengkel Dakirin berjalan dengan sangat baik. Sinergi antara teori yang didapat di sekolah dengan praktik lapangan di bengkel memberikan wawasan baru bagi siswa mengenai dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.
Prakerin ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan jembatan bagi siswa untuk mengasah keterampilan motorik dan mentalitas profesional. Dengan bimbingan intensif dari staf Bengkel Hyundai, siswa diharapkan dapat menyelesaikan masa prakerin dengan kompetensi yang mumpuni dan siap bersaing di industri otomotif setelah lulus nanti.

Tinggalkan Komentar