

Lokasi: Bengkel Otto & Bengkel Salim Simpar Fokus: Penyelarasan Kurikulum Dunia Pendidikan dengan Dunia Industri
Pendidikan vokasi atau kejuruan memiliki misi utama untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan kompeten di bidangnya. Salah satu pilar utama dalam mencapai misi tersebut adalah melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang. Pada hari ini, pihak sekolah secara resmi menyerahkan sejumlah siswa terpilih untuk menimba ilmu di dua bengkel mitra strategis: Bengkel Otto dan Bengkel Salim Simpar.
Kegiatan penyerahan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan simbol penyerahan tanggung jawab pembinaan karakter dan keterampilan dari guru di sekolah kepada para mentor di industri.
Bengkel Otto dikenal di wilayah ini sebagai bengkel yang mengedepankan presisi dan penggunaan alat diagnostik modern. Penyerahan siswa di lokasi ini disambut langsung oleh kepala mekanik. Dalam sambutannya, pihak sekolah menekankan agar siswa tidak hanya belajar cara memperbaiki mesin, tetapi juga memahami etika kerja dan manajemen waktu yang ketat.
Di Bengkel Otto, para siswa diproyeksikan untuk mempelajari sistem injeksi terbaru dan teknik perawatan berkala pada kendaraan roda empat. Tantangan di bengkel ini adalah volume pekerjaan yang tinggi, yang diharapkan dapat melatih mental siswa dalam menghadapi tekanan kerja nyata. Guru pembimbing berpesan agar siswa menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap disiplin dan kemauan belajar yang tinggi.
Bergeser ke lokasi kedua, yaitu Bengkel Salim Simpar. Berbeda dengan Bengkel Otto yang mungkin lebih modern secara administratif, Bengkel Salim Simpar memiliki keunggulan pada aspek pengalaman lapangan yang sangat teknis dan penyelesaian masalah (troubleshooting) yang kreatif.
Pemilik bengkel, Bapak Salim, menerima para siswa dengan antusiasme besar. Beliau menekankan bahwa di bengkelnya, siswa akan diajak untuk “berkeringat” dan mengenal mesin dari komponen terkecil. Di sini, transfer ilmu dilakukan secara langsung lewat praktik pada berbagai jenis kerusakan kendaraan yang sering ditemui masyarakat pedesaan dan pinggiran kota. Hal ini sangat penting untuk mengasah insting mekanik para siswa agar tidak hanya bergantung pada alat digital, tetapi juga ketajaman analisis manual.
Melalui penempatan di dua tempat yang memiliki karakteristik berbeda ini, diharapkan para siswa mendapatkan spektrum pengalaman yang luas. Beberapa target yang ingin dicapai selama masa magang ini antara lain:
Kegiatan penyerahan siswa di Bengkel Otto dan Bengkel Salim Simpar berjalan dengan lancar dan khidmat. Dengan terjalinnya kerja sama ini, sinergi antara sekolah dan dunia usaha semakin kuat. Para siswa kini memulai perjalanan baru; meninggalkan ruang kelas yang nyaman menuju lantai bengkel yang penuh tantangan. Semoga waktu yang dihabiskan di bengkel-bengkel ini menjadi fondasi kokoh bagi karier mereka sebagai mekanik handal di masa depan.
Tinggalkan Komentar